Friday, November 19, 2010

02. Teman yang Klik !


Kata 'teman' dalam Bahasa Indonesia seringkali diterjemahkan sebagai 'friend' dalam Bahasa Inggris. Memang tidak ada kata lain. Tetapi - sebenarnya kata 'teman' dan 'friend' itu punya arti yang tidak sama.

Betapa tidak. Kata 'teman' dalam Bahasa Indonesia itu artinya terlalu luas, terlalu umum. Sedang - dalam Bahasa Inggris - aduh jangan main main dengan kata 'friend' ini. Jangan sedikit sedikit mengatakan 'my friend' , 'my friend'. Londo-nya yang ber Bahasa Inggris bisa bingung nantinya - dan juga bisa salah mengerti.

Kata 'teman' dalam Bahasa Indonesia tampaknya hanya berarti 'orang yang dikenal karena suatu hubungan tertentu'. Mungkin begitu kurang lebihnya. Misalnya 'teman sekelas' (karena berada di kelas yang sama), 'teman kuliah' - kebetulan di satu Fakultas atau Jurusan. 'Teman se-kos' - karena kos di tempat yang sama. Demikian juga 'teman sekantor' - karena kerja di kantor yang sama. tapi - kata 'teman' disini tidak secara langsung menunjukkan satu tingkat hubungan yang dekat atau akrab. Dengan kata lain - kata 'teman' tidak selalu dan belum tentu menunjukkan satu hubungan yang dekat.

Sedang kata 'friend' dalam Bahasa Inggris pengertiannya jelas. Kata 'friend' dalam Bahasa Inggris berarti - 'somebody you know well' - 'seseorang yang anda kenal dekat' - baru dia itu dapat disebut 'friend'.

Kalau hanya teman sekelas - lah itu namanya 'classmate'. Teman sekantor? - ya 'colleague' - tapi belum tentu 'friend'. Teman kuliah? - itu 'fellow student'. bahkan teman sekamar - 'room-mate' - tapi belum tentu 'friend'. Kalau kenalan? - ah itu 'acquaintance' bukan 'friend'.

Jadi - hanya seseorang yang kita kenal dekat - dalam Bahasa Inggris bisa disebut 'friend'. Tidak bisa sembarangan aja.

Nah - sekarang - karena kata 'teman' dalam Bahasa Indonesia itu artinya tidak begitu kuat - untuk menunjukkan hubungan dekat antara dua teman - kita harus menambah kata untuk memperjelas. Misalnya - kata 'teman dekat' - atau 'teman akrab'. Cuman anda jangan menyebut 'teman intim' - untuk mengatakan 'teman akrab' - karena konon kata 'intim' ini bisa berkonotasi seksual.

Saya sendiri punya istilah untuk merujuk pada seorang teman - dengan siapa kita punya hubungan yang sangat dekat - dan istilah yang saya pakai adalah 'teman - klik!'.

Lho?? 'Teman-Klik??'.

Ya. 'Teman-Klik'. Klik itu artinya Nyambung. Dan karena Nyambung - lalu menjadi Nyaman. Nyambung dan Nyaman. Teman dengan siapa kita merasa Nyambung dan Nyaman - itulah Teman Klik!


Tidak mudah lho menemukan teman yang klik ini. Kalau kita kebetulan bertemu teman yang klik ini - kita akan dapat terbuka - bisa cerita apa saja. Batas-batas pribadi kadang menjadi sangat cair dan kemudian meleleh. Enak, nyaman, nyambung - dapat saling berbagi dan saling memahami.

Dan cukup susah untuk men-definisikan kapan dua orang teman itu betul-betul dapat menjadi 'teman-klik'. Mungkin ada sesuatu yang tak kasat mata bertemu di sana. Aura-nya sesuai. Getaran kepribadian-nya sama. Sama-sama santai, sama-sama konyol. Nah - bisa 'klik!'.

Lha kalau dua orang teman - sama sama serius, sama-sama tertutup - mana mungkin keduanya jadi 'teman-klik'? Kan - jelas tidak mungkin.

Saya ingat ada seorang Bhikksu Buddha pernah mengatakan satu 'teori' - yang bagi saya menarik. Getaran menarik Getaran. Gelombang menarik Gelombang. Maksudnya - Getaran yang sama, Gelombang yang sama. Kalau gelombang atau getaran-nya sama - terjadi 'klik!'.

Ibarat radio mungkin ya - kalau misalnya gelombang pada radio anda itu FM. Sampai tua ya anda tak akan berhasil menyetel siaran radio Luar Negeri yang bergelombang SW. Demikian juga kalau misalnya anda punya televisi yang ber-antene - antene Mandra. Jangan harap anda akan dapat menonton siaran CNN atau Discovery Channel. Gak bisa dong.

Kembali lagi pada 'Klik'.

Ketika anda menyetel radio anda - dan tepat jatuh pada gelombang yang tepat - tiba tiba anda mendengar satu alunan musik yang terdengar sangat merdu. Klik ! - dan anda pun terhubung dengan satu Stasiun Radio Kesayangan anda. Mengalunlah satu musik yang indah - satu musik yang pas di hati.

Demikian juga apabila satu waktu anda bertemu dengan satu teman yang klik. Bagus itu! Segalanya lalu tiba tiba menjadi enak, menjadi nyambung, menjadi nyaman.

Klik ! Klik ! Klik !


01. The Zen of Tukul Arwana


Empat Mata. Bukan Empat Mata. Tukul Arwana.

Tampil hampir tiap malam di Trans Tivi Tujuh. Berjas. Berdasi. Selebriti.

Apakah ia tampan ? Aaaahh ! Mengapa begitu fenomenal ?

Tentu ada sesuatunya. Yah - memang. Inilah dia.

The Zen of Tukul :

Nyinau ngenyek eleke dhewe
Dipuja disanjung ora mabur
Saya dienyek saya sumeleh *


Yang paling sulit bagi kita adalah menerima kekurangan. Lebih sulit lagi menerima hinaan atau ejekan akibat kekurangan itu. Kita gendut dikatakan ikan buntal. Kita kurus dikatakan ikan layur. Kita pun meradang.

Dua selebriti cantik hingga hari ini pun masih berselisih paham. Apa masalahnya ? Masalahnya - yang satu mengatakan yang lain nggak level. Nggak Level ? Aku nggak level ? Aku ? Dan mereka pun terus saling mencabik.

Demikian juga yang terjadi pada dua selebriti lain lagi - yang inisial namanya sama-sama berakhir dengan P. Sama-sama cantik, sama-sama seksi dan sama-sama mecotot. Karena rebutan peran - dan mungkin memang telah ada perang dingin antar ke duanya sebelumnya - barusan ke duanya terlibat benar-benar dalam satu baku hantam yang sangat seru. Bercakar-cakaran. Berjambak-jambakan.

Kembali ke Laptop . . . . . !

Yah. Kita memang harus belajar dari Tukul. Sang Master Tukul.
Belajar the Zen of Tukul.

Tukul merubah hinaan dan ejekan menjadi guyonan.
Kejelekan diri sendiri malah dijadikan modal.
Sang Aku dikompres total.
Di sini kekuatan seorang Tukul.


Nyinau ngenyek eleke dhewe -
belajar mentertawakan diri sendiri

Dipuja disanjung ora mabur -
dipuja disanjung tidak takabur

Saya dienyek saya sumeleh -
semakin dihina semakin bahagia


Hasilnya . . . ?

Terpanalah kita
Jutaan rupiah sekali penampilan.
Satu iklan berharga milyaran.

The Zen of Tukul.

Master Zen mencapai Pencerahan.
Master Tukul mencapai kemapanan.

The Zen of Tukul.

Seni mentertawakan diri sendiri.
Seni merubah hinaan menjadi kebahagiaan.
Seni merubah ejekan menjadi kebanggaan.

Kebanggaan ditonton jutaan pemirsa tiap malam -
Di cium cewek cantik di setiap penampilan.

The Zen of Tukul Arwana !!


* kutipan dari Ajaran Kawruh Jiwa - Ki Ageng Suryomentaram. Hasil ngintip di tempat seorang teman saya - Gregorius Gesi Raja - seorang siswa Kawruh Jiwa.